Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

 

SEJARAH & LATAR BELAKANG

Berawal dari keinginan yang kuat dari seorang dokter hewan  di kota Bandung untuk  meneliti hewan luwak atau musang yang konon dapat ‘menghasilkan’ kopi istimewa yang disebut dengan kopi luwak. Pada bulan Januari 2012, dimulai dengan memelihara 10 ekor hewan luwak, ditangkarkan dalam kandang berukuran   2 x 4 meter untuk setiap ekornya. Dari sinilah penelitian itu dimulai. Hewan luwak  diperlakukan secara khusus dengan memperhatikan  aspek animal welfare atau kesejahteraan hewan pengamatan secara seksama terkait habitat dan  kebiasaan, pola makan, siklus birahi, pola perkawinan, hingga serangan penyakit dan upaya penanggulangannya. Penelitian lainnya menyangkut mekanisme sel dalam saluran pencernaan hewan luwak yang dapat memecah kandungan beberapa unsur kimiawi pada buah kopi, sehingga dihasilkan biji kopi ‘istimewa’.

 

PENGEMBANGAN PENELITIAN

Penelitian terus dikembangkan, menyangkut jenis, variasi, kualitas dan kuantitas makanan utama dan cemilan yang optimal bagi hewan luwak. Simulasi terus dikembangkan, dari penanganan biji kopi yang dikeluarkan hewan luwak,  lamanya pengeringan biji kopi dengan panas matahari maupun kering-angin, teknik pengupasan kulit tanduk biji kopi, pemilahan biji kopi untuk produksi, suhu dan lama penyangraian, dan lain– lain. Dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk keseluruhan  proses penelitian tersebut.

SEJARAH KOPI LUWAK CIKOLE

KOPI LUWAK CIKOLE berdiri pada bulan Januari 2012, selanjutnya resmi berbentuk badan usaha pada bulan Januari 2013. Bergerak dibidang usaha produksi kopi luwak dengan merk KOPI LUWAK CIKOLE, diproses di Rumah Produksi Kopi Luwak Cikole saat ini RUMAH PRODUKSI KOPI LUWAK CIKOLE  memiliki 200 ekor hewan luwak tangkar, berlokasi di Kampung Babakan, Desa Cikole, Lembang, Bandung. (*SP).