Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

Dato' Dr. Mashitah

Hampir semua jajaran staf dan karyawan Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung tidak tahu bahwa tamu yang datang pada saat itu adalah salah satu orang penting dari negeri Jiran Malaysia yakni Dato' Dr. Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia.

 

 

Medanbisnis.com

Jumat, 10 Jul 2015 18:02 WIB

Ini Modal Mulai Bisnis Sulap Kopi Rp 8.000 Jadi Rp 3 Juta/Kg

 

MedanBisnis - Jakarta. Siapa yang tidak tergiur dengan bisnis menyulap komoditas ekspor yaitu kopi luwak serharga Rp 8.000/kg menjadi Rp 3 juta/kg. Sugeng Pujiono, seorang pengusaha sekaligus dokter hewan, pemilik Rumah Kopi Luwak Cikole buka-bukaan soal langkah-langkah bisnisnya.

Sugeng sendiri mengakui awalnya hanya penggemar luwak, bukan penggemar kopi. Ia yang sebelumnya hanya menyeruput secangkir kopi di pagi hari, kini bisa 3-5 cangkir sehari. "Sekarang minum 3-5 kali sehari dan aman. Kafeinnya hanya 0,5% dibanding kopi biasa yaitu 4%. Nggak ada masalah sama lambung dan jantung saya," ujar Sugeng.

Pecinta luwak ini mulanya justru tidak tahu cara bikin kopi luwak. "Saya awalnya cari 10 ekor untuk dipelihara, lalu penelitian soal kopi luwak sebab belum ada pusat penangkaran sekaligus edukasi kopi luwak di Indonesia. Lama-kelamaan orang datang ke penangkaran nanyain kopi, padahal saya nggak bisa bikin kopi," ungkap Sugeng saat dihubungi detikFinance, Jumat (10/7/2015).

Sejak Januari 2012, Sugeng mengawali penelitian yang kemudian berkembang menjadi usaha di daerah Lembang, Bandung. Selama 3 tahun berjalan, kini Sugeng punya 110 ekor luwak.

Menurutnya, bisnis kopi luwak ini bisa dijalankan siapa saja. Asal punya kecintaan terhadap luwak dan tidak berorientasi pada jumlah kopi yang dihasilkan. "Siapa saja bisa, saya nggak punya rahasia perusahaan, karena semua murni dari kecintaan terhadap luwak," tuturnya.

Beberapa langkah start-up bisnis kopi luwak dijelaskan Sugeng sebagai berikut. Pertama, pemilihan lokasi penangkaran atau kandang dekat dengan kebun kopi. "Lokasi kandang mesti dekat dengan kebun kopi supaya kopi matang dan ranum yang diberikan ke luwak masih segar," tuturnya.

Langkah kedua, pembangunan fisik kandang. Menurutnya lahan tidak perlu luas. "Nggak perlu lahan besar. Mulailah dari kecil-kecil 10 kandang kayu 2x4 meter untuk 10 ekor luwak. Sebab resiko mengawali usaha ini pun tidak kecil," imbuhnya. Biaya investasi kandang sebesar Rp 5 juta untuk 10 kandang. Biaya upah mencari luwak untuk ditangkar Rp 2 juta untuk 10 ekor.(dtf)


 

Cewek Bule berparas cantik asal Irlandia inipun ternyata sangat penyayang dengan binatang salah satunya CIKO, musang yang ada di Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung. Sudah terlihat dari cara mengendong musang/luwak bagaikan orang yang professional, lebih rilex, dan lebih tenang, ini menandakan bahwa cewek bule yang satu ini memang sudah terbiasa melakukan hal itu.

TAN SRI ANWAR MUSA

Wakil Menteri Sukan Malaysia ini mem bawa rombongan 45 orang dari kementerian olah raga asal negeri Jiran.

Kunjungan rombongan kali ini sangat surprise mengingat

Baca Selengkapnya