Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

Dato' Dr. Mashitah

Hampir semua jajaran staf dan karyawan Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung tidak tahu bahwa tamu yang datang pada saat itu adalah salah satu orang penting dari negeri Jiran Malaysia yakni Dato' Dr. Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia.

 

 

Kabarbisnis.com
Ini lokasi pilot model produksi kopi luwak berdasarkan kesejahteraan hewan
JUM'AT, 10 JULI 2015 | 09:25 WIB

LEMBANG, kabarbisnis.com: Pemerintah menetapkan dua titik sebagai pilot model rumah produksi kopi luwak yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan (animal welfare). Adanya sarana ini diharapkan mampu menjadi etalase sekaligus sarana edukasi kepada para pemangku kepentingan tentang sistem produksi pertanian.

Demikian dikatakan Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Ditjen Pengolahan dan Pemasaran dan Hasil Pertanian Kementerian Pertanian(Kementan) Jamil Musanif kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Kamis malam (9/7/2015).


Jamil mengatakan, dua pilot model rumah poduksi kopi luwak tersebut berlokasi di wilayah timur Kebun Kalisat Jampit, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Area perkebunan kopi ini merupakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN XII) . Sementara satu pilot model lagi dikelola CV Kopi Luwak Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Kedua tempat itu, kata Jamil, dijadikan pilot model pengembangan usaha agribisnis kopi luwak yang memenuhi kaidah kesejahteraan hewan. Ketentuan tata cara produksi kopi luwak itu sebagaimana tertuang dalam Permentan No 37KB. 120/6/2015 tertanggal 16 Juni lalu. "Dua pekan lalu saya meninjau ke PTPN XII. Mereka sudah hampir menyelesaikan pembangunan kandang," ujar Jamil.


Sistem pemeliharaan dan budidaya luwak seperti sarana dan prasarana penempatan luwak, jenis kandang produksi untuk produksi juga tata cara pemeliharaan luwak dan anaknya merupakan hal kruisal luwak. Misalnya, untuk kandang pemeliharaan produksi individu harus memikili luas minimal 2 x 3 x 3 m3 guna memberikan nyaman pada luwak.


Berbeda cara produksi kopi dari luwak yang dilepas ke alam, menurut Jamil, melalui cara pemeliharaan akan memudahkan pelaku usaha menerapkan kaidah animal wellfare sekaligus kaidah kehalalan dan keamanan pangan. Seperti prinsip kehalalan yang mengacu Fatwa Majelis Ulama Indonesia No O7 Tahun 2010 disebut memenuhi syarat. Pertama, biji kopi masih utuh terbungkus kulit tanduk. Kedua, dapat tumbuh apabila ditanam.


"Kalau di kandang peliharaan, biji kopi menjadi halal dan karena segera dibersihkan.Biji kopi luwak tetap aman dan higienis karena melalui sanitasi,"terangnya.


Adanya dua pilot percontohan ini, sambung Jamil, menjadikan etalase sekaligus agrowisata yang selama ini turut menyasar para wisman dan ekspatriat sebagai penikmat kopi luwak. "Sarana ini juga menjadi counter kampanye negatif yang digencarkan sementara kalangan bahwa cara memproduksi kopi asal Indonesia dengan mengekploitasi binantang luwak,"terang Jamil.


Menurutnya,produksi kopi luwak PTPN XII tahun 2014 lalu sebesar 1998 kilogram (kg). Sementara yang diekspor sebesar 80 kg. Adapun,  Sugeng Pujiono, pemilik CV Kopi Luwak Cikole mengaku hanya  memproduksi 50 kg/bulan dari 110 ekor luwak yang dimilikinya.


Dokter Hewan Lulusan Universitas Airlanggga ini mengatakan,hidangan biji kopi hanya merupakan suplemen bagi luwak peliharaannya.Dalam sepekan, pemberian biji kopi hanya dua kali.Adapun makanan pokok sehari-hari luwak adalah buah-buahan. Susu,telur,ayam dan belut juga diberikan sebagai pemenuhan asupan protein.


Sugi mengaku melakukan riset pola pakan konsumsi luwak demikian memberikan kesempatan di dalam lambung luwak untuk memecahkan enzim protein secara optimal sehingga memberikan citra rasa enak terbaik. Pasalnya, proes enzimatis tersebut mengurangi rasa pahit yang disebabkan rendahnya kadar protein dan kafein.Bagi penderita jantung dan lambung pun aman menkonsumsi kopi luwak.


Adapun citra rasa rasa lemon pada kopi luwak disebabkan oleh kadar asam sitrat yang tinggi juga menjadi salah satu indikator menilai keaslian kopi luwak.Sugeng mengaku dirinya tidak perlu memikirkan mengekspor karena  produk kopi luwaknya sudah habis terserap untuk memenuhi hasrat penikmat kopi di dalam negeri.kbc11

 


 

 

 

Cewek Bule berparas cantik asal Irlandia inipun ternyata sangat penyayang dengan binatang salah satunya CIKO, musang yang ada di Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung. Sudah terlihat dari cara mengendong musang/luwak bagaikan orang yang professional, lebih rilex, dan lebih tenang, ini menandakan bahwa cewek bule yang satu ini memang sudah terbiasa melakukan hal itu.

TAN SRI ANWAR MUSA

Wakil Menteri Sukan Malaysia ini mem bawa rombongan 45 orang dari kementerian olah raga asal negeri Jiran.

Kunjungan rombongan kali ini sangat surprise mengingat

Baca Selengkapnya