Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

Dato' Dr. Mashitah

Hampir semua jajaran staf dan karyawan Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung tidak tahu bahwa tamu yang datang pada saat itu adalah salah satu orang penting dari negeri Jiran Malaysia yakni Dato' Dr. Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia.

 

 

PEMERINTAH ATUR CARA MEMPRODUKSI KOPI LUWAK
15 July 2015 No Comment
Jakarta, 10 Juli 2015 (Business News)

Kopi luwak merupakan produk kopi khas Indonesia dan terkenal di seluruh dunia, diperoleh dengan cara mengumpulkan biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak.

Pada awalnya kopi ini diperoleh dari luwak liar. Tetapi dengan semakin meningkatnya permintaan pasar, saat ini lebih banyak diproduksi dari luwak peliharaan.

“Saat ini kopi luwak Indonesia menduduki harga tertinggi diantara semua jenis produk kopi, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Tingginya permintaan konsumen terhadap kopi luwak dengan harga tinggi mengakibatkan timbulnya kreativitas masyarakat untuk memproduksi kopi luwak secara cepat,” kata Emilia Yusnia Harahap, Dirjen ­Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Jumat (10/7).

Hal ini berpotensi merugikan konsumen dan citra produk kopi luwak Indonesia. Kopi luwak yang diproduksi secara cepat pada umumnya kualitasnya tidak memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia). Ditemukan juga adanya pemalsuan dan pencampuran antara biji kopi luwak dan non luwak.
“Hal ini sangat merugikan konsumen, terlebih lagi apabila diproduksi dengan cara-cara yang tidak memenuhi prinsip kesehatan hewan dan kehalalan. Di luar negeri isu kesejahteraan hewan bisa menghancurkan pasar kopi luwak, sedang di dalam negeri adalah isu kehalalan,” katanya.

Karena itu setelah melakukan diskusi panjang dengan berbagai kepentingan lahirlah Peraturan Menteri Pertanian nomor 37/Permentan/KB.120/6/2015 tentang Cara Produksi Kopi Luwak Yang Memenuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan. Dengan Permentan ini pemerintah mengatur cara produksi kopi luwak yang memenuhi prinsip kesejahteraan hewan, kehalalan produk, keamanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Ditjen P2HP saat ini membangun 2 pilot ­model yang sesuai dengan Permentan yaitu Kebun Kalisat Jampit milik PTPN XII di Bondowoso Jawa Timur dan CV Kopi Luwak Cikole di Bandung Barat, Jawa Barat. Dari dua pilot model ini diharapkan bisa diikuti oleh produsen kopi luwak lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari Permentan ini Ditjen P2HP akan Otoritas Kompeten Kopi Luwak. Otoritas ini merupakan lembaga Independen yang bertugas mengawasi proses produksi kopi luwak supaya memenuhi Permentan.

Produsen yang memenuhi segala ketentuan permentan akan mendapat sertifikat dan kemasan produknya diberi label. Dengan cara ini maka memberikan jaminan perlindungan bagi konsumen dan produsen dari pemalsuan.

Sugeng Pujiono, pemilik CV Kopi Luwak Cikole menyatakan, dengan mengikuti Permentan, biaya pemeliharaan luwak jadi tinggi. Ukuran kandang luwak diatur, juga pemberian pakannya. “Kopi bukan makanan pokok luwak, hanya cemilan saja. Makanan pokoknya adalah buah-buahan yang manis dan daging. Karena itu sangat mustahil memproduksi kopi luwak dalam jumlah banyak. Karena itu sekarang ada kopi luwak yang dijual massal, eceran dan dalam jumlah banyak bisa dipastikan itu hanya mereknya saja yang luwak sedang isinya kopi biasa,” katanya.

Dengan 110 ekor luwak, Sugeng hanya mampu menghasilkan 50 kg kopi luwak setiap bulan. Kopi dibeli dari petani di sekitar Lembang dengan harga Rp80.000/kg. Dari 1 kg kopi yang diberikan pada satu ekor luwak seminggu dua kali hanya dihasilkan kopi luwak 50 gram. (Sn)

 

Cewek Bule berparas cantik asal Irlandia inipun ternyata sangat penyayang dengan binatang salah satunya CIKO, musang yang ada di Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung. Sudah terlihat dari cara mengendong musang/luwak bagaikan orang yang professional, lebih rilex, dan lebih tenang, ini menandakan bahwa cewek bule yang satu ini memang sudah terbiasa melakukan hal itu.

TAN SRI ANWAR MUSA

Wakil Menteri Sukan Malaysia ini mem bawa rombongan 45 orang dari kementerian olah raga asal negeri Jiran.

Baca Selengkapnya