Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

Dato' Dr. Mashitah

Hampir semua jajaran staf dan karyawan Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung tidak tahu bahwa tamu yang datang pada saat itu adalah salah satu orang penting dari negeri Jiran Malaysia yakni Dato' Dr. Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia.

 

 

Belajar sambil menikmati Kopi Luwak Cikole

Bandung Ekspres 7 April 2015

Menjadi Ikon Wisata Edukasi di Indonesia

KOPI Luwak Cikole semakin serius melakukan pengembangan di segala bidang sebagai bentuk usaha meningkatkan mutu dan kwalitas produknya. Di tempat inilah masyarakat bisa mendapatkan berbagai hal tentang Kopi Luwak, dari mulai cara penangkaran (pengembangbiakan) binatang Luwak, memelihara dengan cara-cara yang benar, mengawinkan sampai hewan itu berkembang dan beranak, hingga proses pembuatan Kopi Luwak. Selain itu, pengunjung bisa mempelajari tata cara mengelola usaha di bidang Kopi Luwak yang sekarang sudah menjadi usaha yang begitu sangat menjanjikan.

Permintaan produk ini bukan hanya diminati konsumen dalam negeri, tetapi konsumen yang berasal dari luar negeripun sangat menyukai produk ini. Bahkan, lebih besar jumlahnya hampir 45 negara asing yang menjadi pelanggan setianya. Karena dengan datang ketempat ini, selain dapat menikmati suguhan Kopi Luwak dengan suasana alam yang istimewa di bawah kaki Gunung Tangkubanparahu dan perkebunan Cikole yang memukau, pengunjung juga bisa lebih jauh mendapat pengetahuan tentang cara pembuatan kopi luwak yang baik dan benar dan pengetahuan tentang perawatan hewan Luwak ini.

Pemeliharaan hewan Luwak ini ditangani langsung oleh Sugeng Pujiono, sang pemilik yang juga seorang Dokter Hewan. Dia dibantu oleh tim rumah sakit hewan Jawa Barat yang berada di Cikole. Di mana ada 200 ekor hewan Luwak yang ditangkar di tempat itu dengan pemeliharan intensif dengan kandang yang luas. Tempat tersebut juga memiliki fasilitas dan fungsi pemberian pakan yang sangat baik di mana menu kopi hanya diberikan dua kali dalam seminggu.

”Luwak mendapat kenyamanan memilih kopi dengan kwalitas baik dari kematangan kopi itu sendiri. Karena Luwak, hanya akan memakan buah yang terbaik dan benar-benar matang. Kami memenuhi gizi dan nutrisi dari makanan tambahan yaitu madu, daging, pisang, telur ayam, dan asupan vitamin tambahan,” ujar Sugeng.

Hewan Luwak di tempat ini mendapat perawatan rutin dari sang ahli, sehingga sudah memenuhi kaidah animal Walfare atau kesejahteraan hewan. ”Seluruh hewan Luwak di sini benar-benar disejahterakan,” tegas Sugeng.

Tempat ini sudah menjadi pusat sarana edukasi nasional yang ditunjuk oleh AKLI (Asosiasi Kopi Luwak Indonesia) dan dibentuk sebagai tim oleh Kementerian Pertanian dalam menggodok draft Permentan RI tentang tatacara usaha produksi Kopi Luwak yang benar. Tujuannya, sebagai dasar pengembangan usaha Kopi Luwak di Indonesia yang berada di kampung Babakan Desa Cikole, Lembang, Bandung.

Program edukasi di KLC (Kopi Luwak cikole ) berasal dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantor, wiraswasta, pendidik (guru,dosen, dll) serta tamu-tamu yang dikoordinir oleh hotel. Tujuannya, untuk menambah wawasan tentang Kopi Luwak sekaligus melahirkan calon-calon pelaku usaha di bidang Kopi Luwak, serta mendapatkan materi lengkap dari mulai penagkaran sampai proses produksi Kopi Kuwak. Semuanya disampaikan di ruang kelas disertai diskusi interaktif. Peserta juga terlibat langsung melihat prosesnya.

 Sedangkan peserta enterpreunership diberikan materi tentang kewirausahaan. Sufeng berharap, peserta mendapat inspiring bisnis sebagai bekal seorang pelaku bisnis. Peserta diutamakan dari pegawai negeri/swasta yang menjalani masa MPP dan programnya. Bukan hanya tentang Kopi Luwak saja. Tetapi lebih bersifat umum ditambah dengan testimoni dari para pelaku bisnis yang sudah sukses dan berhasil di bidangnya.

Ketiga program di atas sudah berjalan dua tahun terakhir, dan semua peserta sangat merasa puas setelah mengikuti program KLC ini. Saat ini, Rumah produksi KLC sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan beberapa EO di Jakarta dan beberapa hotel berbintang di Bandung.

”Tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung, mulai dari keluarga sampai rombongan lokal ataupun luar negeri. Mereka tidak pernah kapok dan malah berulangkali untuk sekedar ngopi dan menikmati suasana di sini. mereka senang dengan kenyamanan dan pelayanan yang ramah dari para karyawannya yang bergaya pakaian khas parahyangan yang menjadi ciri khas di sini,” ujar Sugeng. (adv/fik

 

 

 

 

Cewek Bule berparas cantik asal Irlandia inipun ternyata sangat penyayang dengan binatang salah satunya CIKO, musang yang ada di Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung. Sudah terlihat dari cara mengendong musang/luwak bagaikan orang yang professional, lebih rilex, dan lebih tenang, ini menandakan bahwa cewek bule yang satu ini memang sudah terbiasa melakukan hal itu.

TAN SRI ANWAR MUSA

Wakil Menteri Sukan Malaysia ini mem bawa rombongan 45 orang dari kementerian olah raga asal negeri Jiran.

Baca Selengkapnya