Pengunjung Web Mulai Tgl, 3 Juni 2015Flag Counter

Dato' Dr. Mashitah

Hampir semua jajaran staf dan karyawan Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung tidak tahu bahwa tamu yang datang pada saat itu adalah salah satu orang penting dari negeri Jiran Malaysia yakni Dato' Dr. Mashitah Ibrahim Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia.

 

 

Menikmati Edukasi dan Kopi Luwak Cikole 

Suntik Luwak - Pemilik Kopi Luwak Cikole "Breeding and Production House", Drh. Sugeng Pujiono, menyuntikan serum antirabies pada hewan luwak. (abu fariz)

Menikmati Edukasi dan Kopi Luwak Cikole 
Lembang,- Luwak dikenal sebagai binatang yang menghasilkan kopi berkualitas. Tapi tak dinyana, hewan bernama latin paradoxurus Hermaphroditus tersebut kerap tidak mendapatkan perlakuan baik. Alhasil, kopi luwak Indonesia dicap tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat barat sebagai bentuk protesnya.

“Inilah sebabnya, saya mencoba mencari cara agar orang yang menganggap kopi luwak di Indonesia, dihasilkan dengan proses produksi yang tidak animal welfare itu salah. Dan ini buktinya, kami membuat penakaran luwak dengan sangat baik dan tetap menjaga keseimbangan alam,” ujar drh. Sugeng Pujiono kepada Bdguptodate.com.

Selama dua tahun, dokter lulusan Universitas Indonesia ini, mencoba melakukan penakaran hewan luwak di kawasan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat,Jawa Barat. Sebagai dokter hewan, dirinya paham apa dan bagaimana hewan luwak itu hidup dan berkembang.

Menurut Sugeng, luwak disini disimpan di kandang yang ukurannya cukup luas, 2 x 3 meter untuk satu ekor. Dan di tempatnya ini, dikembangkan jenis luwak pandan, yakni luwak yang kerap mengeluarkan wangi daun pandan ketika masa kawin. Kandang luwak pun sangat dijaga kebersihannya.

“kopi itu bukan makanan pokok luwak lho, itu hanya cemilan saja, Jadi, gak boleh dikasih makan kopi saja. Kami berikan bijii kopi setiap dua kali dalam seminggu,” tutur Sugeng seraya meneruskan, makanan sehari-hari luwak diberi nutrisi buah pisang, papaya, telor, madu, daging ayam, dan cemilan biji kopi.

Menariknya, tempat ini memang didedikasikan untuk seluruh pengunjung yang ingin memahami tentang luwak, mengetahui proses produksi kopi luwak, dan mendapatkan pelatihan teknik mengurus luwak itu sendiri.

“Saya berangkat dari rasa keinginan agar seluruh masyarakat Indonesia tahu bagaimana itu hewan luwak, dan bagaimana penangkarannya, produksinya, hingga mengolah biji kopi hingga bisa dinikmati,” jelasnya.
Sugeng mengatakan, hewan luwak ini sangat unik. Pasalnya, kopi yang ditelan dan masuk ke dalam lambung luwak, mengalami proses enzimitas yang mampu menurunkan kadar kafein, zat asam, dan zat lainnya pada kopi. Tidak itu saja, lanjutnya, luwak pun hanya mengambil kulitnya, sedangkan bijinya dikeluarkan.

“sungguh menakjubkan, biji yang keluar dari perut luwak itu masih hidup. Makanya para ulama dari MUI menyatakan kopi luwak halal, karena biji kopi masih bisa diproduksi menjadi benih tanaman,” jelas mantan general manager di sebuah perusahaan obat terkemuka di Indonesia ini seraya memperlihatkan tanaman kopi hasil dari biji kopi luwak yang berusia dua tahun.

Agar populasi luwak tidak punah, di Kopi Luwak Cikole ini terdapat pula kandang khusus untuk kawin. Di kandang ini, betina dan jantan yang sudah berumur 1,5 tahun berkompetisi. Luwak jantan yang mengeluarkan bau paling wangi, maka dia bisa berkawin. Setiap anak luwak tidak semua di simpan di kandang, sebagian dibebaskan ke alam bebas agar bisa hidup alami dan keseimbangan tetap terjaga.

 “Kopi luwak ini sengaja saya sosialisaikan kepada masyarakat luas, agar tidak diklaim oleh negara lain. Apalagi, kopi luwak ini khas Indonesia, jadi seyogyanya tetap dijaga dan dikembangkan oleh semua pihak,” ulasnya.

Usai mendapatkan edukasi apa dan bagaimana hewan luwak, setiap pengunjung diberi kesempatan menikmati kopi luwak yang disediakan. Tentu saja, bagi yang ingin mendapatkan edukasi sekaligus menikmati kopi luwak, tak salah untuk datang ke Kopi Luwak Cikole ini.  (Abu Fariz)

 

 

 

 

Cewek Bule berparas cantik asal Irlandia inipun ternyata sangat penyayang dengan binatang salah satunya CIKO, musang yang ada di Kopi Luwak Cikole Lembang Bandung. Sudah terlihat dari cara mengendong musang/luwak bagaikan orang yang professional, lebih rilex, dan lebih tenang, ini menandakan bahwa cewek bule yang satu ini memang sudah terbiasa melakukan hal itu.

TAN SRI ANWAR MUSA

Wakil Menteri Sukan Malaysia ini mem bawa rombongan 45 orang dari kementerian olah raga asal negeri Jiran.

Baca Selengkapnya